
RELIGIUS

KEAMPUHAN SHOLAT TAHAJUD
Shalat Tahajud merupakan sarana paling ampuh bagi orang-orang beriman untuk berkomunikasi dengan Allah Swt.. Melalui komunikasi yang sakral itu siapa pun bisa berkeluh kesah dan menyampaikan berbagai macam persoalan hidupnya kepada Dzat yang sanggup memberikan solusi bagi segala kesusahan hamba-Nya. Sehingga dia bisa mengarungi hidupnya dengan penuh damai dan perasaan akrab dengan hadirat-Nya.
Buku ini menjadi sedemikian penting bagi siapa pun bagi siapa pun yang berproses menggapai kesucian dirinya. Di dalam buku ini diungkapkan perihal shalat Tahajjud orang-orang shaleh dari kalangan wali dan sufi. dengan meneladani shalat Tahajjud mereka, Insyaallah kita akan sanggup meraih kesucian diri dan mendapatkan kedudukan mulia di sisi-Nya.
Evaluasi Shalat Kita Yuck…
Nabi Saw bertanya:”Bagaimana pandanganmu jika pintu rumah salah seorang diantara kamu ada sumur, lalu mandi sehari 5x, bagaimana kotoran di badan orang itu?”, para sahabat menjawab:”Tidak akan tersisa kotoran itu sedikitpun”.
Nabi Saw bersabda:”Demikian juga perumpamaan shalat yang lima waktu, Allah akan menghapus dengannya dosa-dosanya”. (HR. Bukhari)
Sholat itu amal ibadah yang paling spesial lah. Pertama, sholat itu satu-satunya perintah yang Rosul dengar langsung dari Allah, tanpa perantara malaikat Jibril (Inget kan peristiwa Isra’ Mi’raj). Bener-bener face to face, sama Zat yang menciptakan seisi alam raya ini, ngeri banget ga situ.
Kedua, sholat itu amalan yang paling pertama dichecklist di akhirat kelak. So, jangan hepi dolo kalau kita ngerasa udah jadi orang baik, banyak sedekah, suka menabung, tidak sombong, rajin menolong nenek menyebrang jalan, tapi eits sholat-nya masih longbo-longbo, di pemeriksaan pertama aja kita udah ga lolos bro.
Ketiga, sholat itu fleksibel banget, bener-bener mengerti kita lah. Kalau lagi sakit, boleh sambil duduk atau berbaring. Kalau lagi ada keperluan mendesak, bisa dijamak Dhuhur-Ashar atau Magrib-Isya. Kalau lagi bepergian jauh, bisa di-qoshor yang aslinya 4 rakaat jadi 2 rakaat. Kalau ketiduran atau kelupaan shalat, bisa langsung dilaksanakan pas bangun ato pas keingetan. Masih kurang apalagi coba.
So, sangat worthed kalau kita coba mengevaluasi ibadah yang satu ini
1. Sholat 5 Kali Sehari
Hayo.. ada yang masih bolong-bolong shalat-nya? Klo kata orang yang suka itung-itungan, shalat tu ga lebih dari 5 menit. 5 kali 5 = 25 menit, sedang 1 hari ada 24 jam = 1440 menit. Jadi, shalat itu ga menyita lebih dari 1,7% waktu kita dalam sehari! 1,7% yang menentukan kelolosan di pemeriksaan pertama akhirat hehe. Lagian kalo dibandingkan sama waktu kita untuk tidur, untuk main game, untuk ngobrol-ngobrol, shalat tu cuma sebentar banget khan.
2. Shalat di Awal Waktu, Jangan Menunda-Nunda
Ada yang suka sholat Subuh jam 7? Ato ada yang suka jadi deadliners, sholat-nya sering di injury time? Padahal, dengan memprioritaskan sholat segera setelah masuk waktunya, kita akan lebih lega dan tidak terbebani dengan status “belum sholat”. So, kita bisa beraktivitas dengan lebih tenang dan nyaman.
3. Sholat Berjamaah, Bersama Kita Bisa
Pekerjaan yang sama, tapi bayarannya 27 kali lebih tinggi, ngiler gak situ. Sholat berjama’ah punya derajat yang lebih tinggi 27 kali dibanding sholat sendirian. Udah gitu, sebagai ma’mum, kita dapet perlakuan spesial : Kalau pahala shalat Imam-nya sempurna, semua ma’mum juga sempurna pahalanya. Tapi kalau imam melakukan kesalahan, semua ma’mum bebas dari kesalahan itu. So, selalu cari kesempatan untuk berjama’ah.
4. Sholat Di Masjid, Tambah Poin, Tambah Gaul
Dari sholat berjama’ah udah dapet bonus pahala, ayo cari poin-poin pahala lagi dengan sholat di masjid. Satu langkah kaki kanan menuju masjid, mendapatkan satu pahala, sedang langkah kaki kiri menghapus dosa. Sampai di masjid ketemu temen-temen, tambah gaul, dapet pahala silaturahim pula. Belum lagi keutamaan di waktu-waktu tertentu. Shalat Isya berjamaah di masjid, pahalanya setara dengan sholat setengah malam, sedang sholat Subuh berjamaah di masjid, pahalanya setara dengan sholat satu malam penuh! Wow..
5. Mau Khusyuk? Ngertiin Bacaan Sholat Dulu..
Baca fathihah, baca surat pendek, ruku’, i’tidal, sujud, dst, tapi ga ngerti maknanya.. Cem baca mantera aja deh.. Ayo kita buka-buka lagi buku tentang sholat, terutama makna bacaan shalat. Indah sekali ketika kita bisa melantunkan bacaan-bacaan tersebut dalam hati sambil merenungi maknanya. Pada akhirnya, akan semakin terasa komunikasi kita dengan Sang Khalik lewat shalat.
6. Shalat Sunnah, Penyempurna Shalat Wajib
Terkadang shalat wajib kita tergesa-gesa, bacaannya belepotan, atau ga khusyuk mikirin tugas yang belum kelar. Nah, di sinilah peran shalat Sunnah untuk menyempurnakan shalat wajib kita. Shalat Sunnah yang paling enak ya shalat rawatib, yang mengiringi shalat wajib. Tinggal menambahkan dua rakaat sebelum atau sesudah mengerjakan shalat wajib, tergantung waktunya.
7. Sepertiga Malam Terakhir Yang Penuh Misteri
Bangun sebelum subuh, di saat orang-orang masih terlelap, kemudian mengambil air wudhu, dan shalat barang 2,3,4 rokaat. Pasti kerasa bedanya! Di saat itu lah kita bisa bener-bener konsentrasi, bisa khusyuk, lepas dari rutinitas siang hari. Kita bisa merenungi dosa-dosa kita, dan Allah berjanji akan menerima taubat kita. Kita bisa berkeluh kesah, dan Allah berjanji akan memudahkan urusan kita. Kita bisa memohon kebaikan dunia akhirat, berdoa, dan Allah berjanji akan mengabulkan doa kita tersebut.
Selain itu, membiasakan diri bangun di sepertiga malam terakhir, ternyata juga membuat tubuh lebih fit dan sehat (bahkan sekarang ada metode penyembuhan terapi tahajud), membuat kita punya waktu untuk merencanakan target-target yang ingin dicapai pada hari itu, dan membuat kita punya kesempatan nonton Liga Champions hehe ![]()
“Setan mengikat tubuh seorang diantara kamu ketika tidur dengan tiga ikatan. Pada masing-masing ikatan ia berkata”Hendaklah engkau menikmati malam panjang.” Lalu tidurlah orang itu. Jika orang tersebut bangun dah berzikir kepada Allah, terlepaslah ikatan kesatu. Jika dia berwudhu, terlepaslah ikatan kedua. Dan jika mengerjakan sholat malam, terlepaslah ikatan ketiga. Lalu dia bangun pagi dalam keadaan segar dan hatinya bersih. Jika dia tidak melakukan tiga hal tersebut, maka dia bangun pagi dalam keadaan hatinya kotor dan malam” ( HR. Bukhari).
Semoga bisa menjadi bahan evaluasi untuk penulis dan pembaca semuanya

Kekuatan & Penyakit Hati
Kalau fikiran manusia ada di otak yang terletak di kepala, dimanakah letak hati manusia? Pada zaman dahulu para pakar Sumerian Asyirian berpendapat bahwa manusia berfikir dan merasa menggunakan organ hati (liver). Hal ini dibantah oleh Aristoteles yang menganggap manusia berfikir dan berperasaan dengan jantung (heart). Kedua pendapat tersebut mempunyai pengikut masing masing, penggunaan istilah liver berkembang didaerah selatan terutama Asia, dan heart berkembang di utara terutama Eropa. Namun didaerah selatan kini pengertian hati (liver) telah menjadi rancu, mereka mengatakan hatiku sangat sakit tapi yang diurut bagian dada (lokasi jantung).
Dalam Al Qur’an A Al Hajj 46 dengan jelas dinyatakan bahwa qalbu itu berada dirongga dada ( mungkin jantung?).
46- maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada. ( Al Hajj 46)
Rasulullah mengatakan bahwa didada manusia ada segumpal darah, jika dia baik maka baiklah seluruh tubuh manusia itu jika dia buruk maka manusia itupun menjadi buruk pula.
didalam hati (qolbu) manusia terdapat empat ruangan yaitu:
- Yang diinginkan.
- Ingin senang, kaya, bahagia, sukses, aman , nyaman, nikmat, serba cukup, sehat, kuat.
- Yang di takuti
- Takut mati, miskin., susah, sengsara, melarat, hina, sakit, lemah.
- Penyakit hati
- Musyrik, kafir, dengki, hasud, dendam, ria, sombong, takabur, malas, khianat.
- Kekuatan hati
- Iman, Taqwa, Ikhlas, sabar, jujur, amanah, santun, syukur, ridha, pemaaf, pemurah, penyayang.
Empat ruang dalam hati yang mempengaruhi jalan hidup Manusia Dan tujuh tingkatan nafsu manusia menurut ajaran tasawuf.
Manusia ingin bahagia, kaya, senang, sejahtera dan takut mati, miskin, sengsara ataupun melarat. Untuk mencapai yang diinginkan dan menjauh dari yang ditakuti manusia dirongrong oleh penyakit hati yang berupa kemusyrikan, kafir, sombong, dengki, ujub, takabur, ria sifat ini ditiupkan oleh syetan kedalam hati manusia.
Jika sifat buruk yang ditiupkan syetan itu merajalela dalam hati dan hati mejadi busuk penuh penyakit maka manusia akan gagal mencapai yang diingini bahkan sebaliknya akan terjerumus kelembah yang ditakuti tersebut.
Sebaliknya jika hati dipenuhi kekuatan Iman, taqwa, tawakkal sabar, iklas, jujur, amanah dan sifat lainnya yang mendapat ridha Allah niscaya ia akan menemui apa yang diinginkan yaitu bahagia, kaya, senang, aman sejahtera.
Hati atau Qolbu adalah bagian penting dari manusia yang tetap berfungsi sejak hidup didunia sampai terus di akhirat kelak. Fungsi hati atau Qalbu tidak berhenti atau putus akibat datangnya kematian. Bagian tubuh lain seperti mata, telinga, otak dan seluruh tubuh tidak berfungsi lagi setelah datangnya kematian. Namun hati akan tetap berperan dialam barzakh, dihari berbangkit sampai dihari berhisab kelak. Hati yang jernih dan bersih akan membawa kita pada kehidupan yang sejahtera dan kekal selamanya di sisi Allah baik didunia maupun diakhirat. Hati yang kotor, busuk dan penuh penyakit akan membawa kita kepada kesulitan dan kesengsaraan abadi selama hidup didunia dan di akhirat kelak.
Dua jalan masuk dan dua jalan keluar
Allah tidak menjadikan manusia dibumi ini dengan percuma , Ia hendak menguji manusia tentang iman dan taqwanya sehingga jelas siapa yang bertaqwa dan patuh pada Allah hingga berhak mendapat balasan kebaikan (syurga) dan siapa yang membangkang padanya hingga patut mendapat balasan keburukan (neraka).
Untuk menghadapi berbagai ujian dan cobaan serta menjalani kehidupan dibumi ini Allah melengkapi manusia dengan berbagai instrumen pendengaran, penglihatan , akal fikiran dan hati serta petunjuk Al Qur’an sebagaimana disebutkan dalam S Al Insan ayat 2 dan 3 berikut ini
2- Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.
3- Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir. ( Al Insan 2-3)
36- Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. ( al Israak 36)
PAHALA PUASA
Orang-orang beriman kembali diperintah Allah SWT untuk berpuasa sebulan penuh mulai 1 Ramadhan. Allah SWT hanya memerintahkan berpuasa wajib ini hanya untuk orang-orang yang beriman saja, sedangkan mereka yang tidak beriman terserah masing-masing. Perintah puasa seperti yang tertulis di sura Al-Baqarah ayat 183: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.”
Seperti data yang ada bahwa dari 6,5 milyar jiwa penduduk bumi ini hanya 1,5 milyar yang muslim. Bisa jadi yang berpuasa itu Ramadhan ‘hanya’ sekitar 1,5 milyar atau dibawah angka itu karena mungkin ada orang yang mengaku Islam dalam tidak berhalangan tapi tidak berpuasa di bulan suci itu.
Sederhananya, Allah SWT di bulan Ramadhan ini sedang mengobral pahala. Dan ‘obralan pahala’ itu hanya bisa dibeli dengan puasa, salat, zakat, sadaqah dan tadarus Al-Quran serta perbuatan baik lainnya. Sebab pahala itulah yang nanti diperhitungkan sebagai penebus dosa-dosa yang dilakukan di bulan-bulan sebelumnya. Manfaat lainnya adalah puasa itu sebagai bulan penggemblengan alias latihan agar orang beriman bisa lebih mampu mengendalikan diri dalam menjalani sisa hidupnya.
Ada pertanyaan yang agak unik dari teman saya tentang puasa. “Kira-kira berapa besar pahala puasa jika dijalankan dengan benar,” tanya kawan saya. Untuk menjawab pertanyaan ini tentunya sulit karena besarnya pahala puasa adalah hak Allah SWT untuk menentukan. Dan pahala ini akan diberikan nanti di alam akherat, bukan sekarang. Namun Allah SWT sudah menjanjikan bahwa jika puasa dijalani dengan baik maka imbalannya adalah surga, suatu tempat yang penuh dengan kenikmatan sepanjang masa. Luar biasa. Tidak ada dimensi waktu di surga. Jutaan, milyaran, trilyunan tahun bahkan lebih lama lagi.
Pahala puasa di bulan Ramadhan memang tak ada bandingnya ketimbang bulan-bulan lainnya. Di Puasa sunnah di luar Ramadhan, mungkin pahalanya masih bisa diperkirakan. Saya punya pengalaman menarik tentang puasa sunnah. Tiga tahun lalu saya dan kawan punya piutang Rp 500 juta kepada sebuah perusahaan kontraktor. Untuk menagih sulitnya minta ampun. Saya hampir putus asa. Akhirnya saya ikhlaskan saja karena perjanjiannya memang tidak begitu kuat. Kalau toh dipersoalakan secara hukum, saya belum tentu menang.
Suatu hari saya disarankan oleh seorang ustadz, agar berpuasa sunnah selama 5 hari dan serahkan semua persoalan itu kepada Allah SWT. Tentu saja selama puasa sunnah itu salat wajib 5 waktu jangan sampai lolos dan diusahakan tepat waktu, serta perbanyak baca Al-Quran. Alhamdullillah saya bisa menjalani puasa sunnah itu. Namun godaannya juga tidak ringan. Karena di luar bulan Ramadhan , mendadak saya diundang makan siang oleh kawan. Di sela-sela orang makan terpaksa saya alihkan ngobrol saja. Ketika ada teman yang bertanya mengapa tak mengambil makanan, saya jawab masih kenyang. Saya memang harus merahasiakan puasa sunnah ini, karena ibadah puasa sunnah lebih baik kualitasnya jika dirahasiakan.
Beberapa minggu setelah puasa sunnah itu, perusahaan yang punya utang kepada saya melunak saat saya tagih. Dan akhirnya saya dijanjikan dibayar dua kali setiap bulan Rp 250 juta. Saya merenung dan mencoba mengutak-atik misteri puasa 5 hari itu. Secara logika, nilai puasa 5 hari itu sama dengan Rp 500 juta. Berarti satu hari puasa sunnah Rp 100 juta. Ini pikiran bodoh saya. Saya pikir lagi bagaimana pahalanya kalau puasa di bulan Ramadhan. Karena itu Rasulullah pernah bersabda bahwa kalau manusia itu tahu pahala puasa di bulan Ramadhan maka mereka akan menghendaki 11 bulan lainnya dibuat Ramadhan semua.
Teman saya , pemilik biro iklan juga punya pengalaman serupa. Jika omsetnya menurun, dia berpuasa sunnah. Setelah puasa itu omsetnya melonjak bahkan sampai kewalahan menerima order. Hal itu dijalani terus menerus sehingga usaha yang semua kecil-kecilan menjadi besar dan menjadi biro iklan yang disegani. Menurut dia, manfaat puasa sunnah ini selain mengharapkan pahala dari Allah SWT, juga Allah SWT mengerti apa persoalan yang kita hadapi sehingga diberi jalan keluar. Dia mengakui, banyak persoalan-persoalan hidup yang bisa dipecahkan dengan berpuasa ini
Secara umum , makna puasa adalah menahan diri dari segala kenikmatan dunia, meskipun kenikmatan itu diperoleh secara halal. Hal ini sesuai dengan yang dijelaskan dalam Al-Quran bahwa manusia jangan terlalu mencintai dunia karena semua itu hanya tipuan dalam suatu permainan dalam kehidupan. Kehidupan akherat jauh lebih baik.
Tapi nyatanya, sebagian besar manusia berpikir terbalik, kenikmatan dunia dikejar-kejar sedangkan kehidupan akherat itu urusan nanti bahkan diabaikan. Sehingga pantaslah kalau hanya 1,5 milyar orang yang memegang Al-Quran sebagai pedoman hidup. Sedangkan 5 milyar orang lagi karena tidak beragama Islam sehingga tidak menggunakan Al-Quran sebagai tuntunan hidupnya. Allah SWT sudah menetapkan garis yang tegas seperti yang tertulis dalam surat Ali-Imran ayat 85 : “Dan barang siapa yang mencari-cari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di akherat dia termasuk orang-orang yang rugi.”
Hello world!
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!




